Upacara Pemakaman Unik & Aneh di Berbagai Negara

Jika mengatakan upacara pemakaman, mungkin yang ada di bayangan Anda adalah mayat yang dimasukkan peti mati atau dibalut kain kafan serta didoakan. Namun, di penjuru dunia yang lain, upacara pemakaman bisa berbeda. Bahkan, beberapa upacara pemakaman bisa jadi upacara pemakaman tersebut bisa menjadi sangat menarik.

Upacara pemakaman yang berbeda tidak hanya sebagai wujud penghormatan almarhum saja, namun ada maksud-maksud tertentu yang sesuai dengan tradisi. Berikut ini, Tribute Place akan memberikan informasi seputar upacara pemakaman unik/aneh di berbagai negara.

Sumber foto : Liputan6

Jhator atau Sky Burial (Tibet dan Mongolia)

Sumber foto : intisari

Upacara Jhator atau Sky Burial merupakan upacara pemakaman dari tradisi Tibet dan Mongolia. Tradisi ini dilakukan dengan cara membiarkan jasad orang yang telah meninggal di alam terbuka dan dimakan oleh burung nasar (burung pemakan bangkai).

Ketika seorang telah meninggal, jenazah akan dibungkus dengan kain putih dan diletakan di sudut rumah selama tiga atau lima hari. Kemudian para Biksu atau Lama akan membaca kitab suci dengan keras sehingga jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dunia dapat dilepaskan dari api penyucian.

Sati atau Suttee (India)

Sumber foto : wikipedia

Salah satu bentuk dari kepatuhan dan kesetiaan para wanita India adalah praktik ritual bernama Sati, yaitu ritual mengorbankan diri para istri ketika suaminya meninggal dunia. Caranya sendiri sangat ekstrem, ada yang melompat ke bara api kremasi suaminya, namun ada pula yang memangku jenazah suaminya.

Upacara Pemakaman Sati sudah dilarang sejak masa kolonial Inggris di tanah Hindustan. Namun, saat ini masih dilakukan oleh beberapa wanita India sebagai rasa cinta yang tulus kepada suaminya.

Pallbearers Dance (Ghana)

Sumber foto : wikipedia

Ternyata, upacara pemakaman tidak harus dengan yang sedih-sedih. Di Ghana, upacara pemakaman dilakukan dengan tarian yang penuh semangat. Orang Ghana percaya bahwa kematian adalah sebagian kehidupan manusia, bahkan hal yang paling penting sehingga upacara kematian akan dilakukan secara besar-besaran.

Penduduk Ghana percaya bahwa almarhum akan melihat leluhurnya di dunia lain, dan kehidupan mereka selanjutnya akan menjadi reinkarnasi. Kemudian, saat pesta digelar, upacara akan dilakukan dengan beberapa kegiatan seperti makan dan minuman, bermain musik, bernyanyi, hingga menari.

Para pelayat yang hadir juga diharapkan untuk berdansa pada acara ini, suasana riuh dan ketika acara puncak tiba yaitu pemakaman, peti mati yang mewah diangkat oleh kelompok khusus yang yang diiringi dengan kelompok penari pallbearers.

Cryopreservation (Rusia)

Sumber foto : scitech

Upacara pemakaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan berupa science dan temuan-temuan unik para ilmuwan bisa dilihat dengan teknik pemakaman Cryopreserve yang ditawarkan oleh perusahaan KrioRus di Rusia. Teknik pemakaman Cryopreserve merupakan teknik pengawetan jenazah pada suhu yang sangat rendah untuk menjaga keutuhan sel serta kondisi tubuh jenazah.

Saat ini sudah lebih dari 300 orang yang mendaftar untuk menggunakan metode pemakaman ini. Tidak tanggung-tanggung, biaya yang diperlukan mencapai 36 ribu dolar AS atau sekitar Rp 526 juta.

Sokushinbutsu (Jepang)

Sumber foto : wikipedia

Upacara pemakaman unik di dunia lain yang wajib Anda ketahui adalah cara mumifikasi para biksu atau biarawan Jepang yang disebut dengan Tradisi Sokushinbutsu. Tradisi ini merupakan proses panjang dan keras yang mengantarkan para biksu menuju alam kematian.

Para biksu yang hendak meninggal akan melakukan proses keras seperti diet kacang-kacangan dan buah, kehilangan cairan tubuh, melakukan aktivitas keras dan meracuni tubuh sendiri untuk menghilangkan risiko tubuh diserang belatung.

Selanjutnya, para biksu akan menunggu kematian di makam batu. Para Biksu akan membunyikan lonceng setiap hari sampai lonceng tersebut terhenti yang menandakan bahwa mereka sudah tidak bernafas lagi. Makam batu akan ditutup hingga kurun waktu seribu hari sebelum dibuka untuk proses verifikasi mumifikasi.

Setiap budaya pemakaman memiliki cara dan filosofi tersendiri sesuai dengan keyakinan atau kepercayaan yang dianut. Maka itu, marilah kita tetap menghargai budaya yang berbeda dan bangga terhadap budaya sendiri.

Leave a Comment