Tradisi Merayakan Kematian Di Dunia

Cara kita menyikapi kematian dan mengekspresikan duka selalu berubah dari ke waktu. Kebanyakan, orang-orang mengadakan acara formal untuk melepas kepergian keluarga yang meninggal. Namun, dalam beberapa kasus dan lokasi yang berbeda, ada komunitas yang merayakan kematian, yang pada akhirnya memaksa kita berpikir ulang mengenai hubungan kita dengan kematian itu sendiri. Hal ini berhubungan erat dengan death positivty: konsep di mana kita membicarakan tentang kematian kita sendiri, dan pengalaman-pengalaman mengenai kematian orang-orang sekitar. Konsep ini bagus dan penting untuk kita. Berikut ini adalah lokasi dan ritual masyarakat yang merayakan kematian.

1. New Orleans – Jazz Funeral

Sumber foto : neworleans.com

Di New Orleans, Lousiana, salah satu dari tradisi terkenal mereka adalah upaca pemakaman jazz. Tradisi ini bercampur dengan tradisi dari Afrika Barat, dan Afrika Amerika, yang berkaitan dengan hubungan duka dan perayaan. Biasanya, pemakaman jazz ini diadakan oleh keluarga dan teman-teman mendiang dan sebuah brass band. Prosesi ini akan mulai dari rumah, gereja, hingga ke pemakaman. Rombongan akan dipimpin dengan sebuah band yang memainkan somber music yang iramanya berubah dari pelan hingga ceria, bahkan hingga mendiang dikuburkan. Ketika mayat selesai dikubur, mereka akan menari bersama dalam rangka merayakan hidup mendiang selama bernapas di dunia.

2. Bali – Kremasi

Sumber foto : Wikipedia

Upacara yang satu ini mungkin tidak terdengar asing bagi Anda. Tradisi merayakan berikutnya ini berasal dari Bali, Indonesia dengan upacara Ngaben. Ngaben adalah upacara pemakaman yang diadakan masyarakat Bali dalam rangka melepas seseorang ke kehidupan selanjutnya. Dalam upacara umat Buha ini, jasad yang telah meninggal akan dipamerkan seolah mereka sedang tertidur, dan keluarga mendiang akan memperlakukan jasad tersebut seakan dia masih hidup. Tak ada air mata yang tumpah, karena mendiang dianggap hanya absen sementara dan akan reinkarnasi menjadi lebih baik atau menemukan cahaya abadi. Bagian puncak dari upacara Ngaben ini adalah membakar peti jenazah. Api yang membakar peti dilihar sebagai sesuatu yang membebaskan jiwa dari raga, dan memungkinkannya untuk bereinkarnasi. Bagi masyarakat dengan kasta paling tinggi, dinilai normal jika mereka ingin mengadakan ritual ini secara individual dalam beberapa hari setelah kematian. Untuk masyaratakat pada kasta bawah, jasad biasanya dikubur terlebih dahulu, dan nanti dikremasi dengan jasad yang lain dalam sebuah upacara masal. Orang-orang yang berperan menolong berlangsungnya acara ini dipercayai sedang mengemban kewajiban yang sakral.

3. Madagascar – Turning of the Bones

Sumber foto : Daily Mail

Upacara pemakaman ini adalah tradisi dari orang-orang Malagasy di Madagascar. Setiap 5 hingga 7 tahun, masyarakat datang untuk membawa tubuh dari nenek moyang mereka ke kuburan keluarga dan memakaikan kembali pakaian baru dan kemudian berdansa bersama di sekitar jasad-jasad tersebut. Dasar dari ritual ini adalah jiwa dari jasad-jasad tersebut hanya berpindah ke kehidupan berikutnya hanya ketika tubuh mereka benar-benar habis dan ketika upacara yang sebenarnya dilakukan. Upacara ini memungkinkan orang-orang menceritakan berita penting tentang keluarga mereka di hadapan mendiang dan meminta restu. Kesempatan ini juga digunakan untuk mengenang kembali kenangan bersama mendiang.

4. Mexico – Dia de Muertos

Sumber foto : Sunset Magazine

Dia de Muertos, atau Day of the Day adalah hari libur pada masa Aztec Empire. Selama hari libur ini, keluarga dan kerabat berkumpul bersama untuk berdoa dan mengenang mereka yang sudah mati, dan untuk menolong membimbing mereka berjalan dalam kehidupan selanjutnya. Mereka akan membawa makanan favorit mendiang, serta foto dan barang-barang pribadi mendiang ke pemakaman pada altar yang mereka bangun khusus.

Leave a Comment