Cara Pengurusan Pemakaman Umum Milik Pemerintah

Sekarang, untuk mengurus pemakaman orang yang meninggal tidak lagi serumit dahulu, meskipun masih harus mempersiapkan banyak syarat dan mengeluarkan biaya pemakaman. Namun, syarat-syarat yang dibutuhkan tidak lagi sebanyak dahulu dan biaya untuk mengurus pemakaman tidak lagi terlalu besar.

Yang harus dilakukan pertama kali ketika akan mengurus pemakaman adalah mengurus Izin Pemakaian Tanah Makam (IPTM). Ahli waris atau pihak keluarga yang meninggal bisa dengan mudah mendapatkan IPTM. Berikut ini, cara mengurus pemakaman umum milik pemerintah.

Persyaratan untuk Mendapatkan IPTM

Untuk mendapatkan IPTM, maka harus menyediakan beberapa dokumen. Berikut ini, dokumen yang harus Anda sertakan:
● Kartu Keluarga (KK) asli dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dari ahli waris atau keluarga disertai dengan selembar fotokopinya.
● Kartu Keluarga (KK) asli dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli orang yang meninggal asli disertai dengan selembar fotokopinya
● Kartu Keluarga (KK) asli dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dari saksi atau kerabat dekat orang yang meninggal disertai dengan selembar fotokopi.
● Surat Keterangan Kematian asli dari rumah sakit disertai dengan selembar fotokopi.
● Surat Pengantar dari RT/RW.

Langkah-Langkah Pengurusan IPTM

Setelah menyiapkan semua dokumen tersebut, maka langkah selanjutnya adalah mengurus IPTM. Berikut langkah-langkah mengurusnya:

● Datang ke kelurahan sesuai alamat di KTP, kemudian minta Surat Pengantar Kematian dengan menunjukkan dokumen-dokumen yang diminta.
● Setelah mendapat Surat Pengantar dan Surat Keterangan Kematian dari kelurahan, datang ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) dan pilih petak makam.
● Minta Surat Pengantar untuk syarat mengurus Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) sesuai blok makam yang akan digunakan untuk pemakaman.
● Datang ke loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk mengurus IPTM, atau langsung ke kelurahan jika belum ada loket PTSP di daerah terkait.
● Loket PTSP akan mengarahkan Anda untuk membayar biaya retribusi pada akun bank yang telah ditunjuk.
● Lakukan pembayaran sesuai nominal dari loket untuk mendapat kembali nomor validasi dan kembali ke loket PTSP.
● Setelah mendapat nomor validasi, kembali ke kantor kelurahan dan menyerahkan nomor validasi tersebut untuk untuk menerima IPTM.

Setelah mendapat IPTM, maka Anda sudah bisa melakukan prosesi pemakaman. Tidak ada pungutan biaya untuk melakukan penguburan jenazah. Pada beberapa TPU justru telah menyediakan fasilitas tenda, kursi, sound system, dan jasa gali kuburan dengan gratis.

IPTM berlaku tiga tahun sejak pemakaman. Jika masa berlaku telah habis, bisa dilakukan perpanjangan melalui petugas kelurahan dan TPU.

Saat ini, di beberapa daerah seperti DKI Jakarta, mengurus IPTM sudah bisa dilakukan secara online. Data mengenai ketersediaan petak makam, unit, blok, dan lokasi sudah bisa diakses dengan mudah melalui internet. Database diperbarui secara berkala untuk menghindari praktik pungutan liar dalam memesan makam secara ilegal.

Anda bisa lebih mudah dan cepat melakukan registrasi dan verifikasi data melalui sistem online di PTSP kelurahan. Artinya, warga DKI Jakarta tidak perlu datang ke TPU untuk menanyakan ketersediaan petak makam. Syarat untuk melakukan registrasi dan verifikasi hanya KTP almarhum/almarhumah yang berdomisili di DKI Jakarta.

Bahkan, bagi yang tidak berdomisili di Jakarta namun ingin dimakamkan di Jakarta, bisa dilakukan dengan menyertakan surat keterangan kematian dari rumah sakit di luar DKI Jakarta.

Biaya Retribusi untuk Pemakaman

Tidak ada aturan khusus dari Pemerintah Pusat mengenai retribusi untuk pemakaman umum. Setiap daerah menetapkan harga retribusi masing-masing disesuaikan dengan blok yang tersedia.

Untuk kota Jakarta misalnya, Biaya Retribusi untuk Blok AAI adalah Rp100.000,00, Blok AAII sebesar Rp80.000,00, Blok sebesar AI Rp60.000,00, Blok AII sebesar Rp40.000,00 dan gratis untuk Blok AIII.

Untuk beberapa tempat atau kota lainnya, harga bisa berbeda. Maka itu, dapatkan informasi perbandingan harga lahan makam secara cepat dan praktis, hanya melalui situs kedukaan pertama di Indonesia, Tribute Place.

Leave a Comment