Berbagai Upacara Pemakaman Unik/Aneh di Berbagai Daerah di Indonesia

In Informasi by Editor Tribute PlaceLeave a Comment

Bagi beberapa suku di Indonesia, kematian merupakan prosesi sakral yang perlu diperingati dengan upacara khusus. Seperti halnya kelahiran atau pernikahan, kematian juga harus disambut dengan upacara besar meski acara tersebut penuh dengan duka cita. Pelaksanaan upacara pemakaman dilakukan untuk menghormati orang yang telah tiada dengan berbagai tujuan lain seperti mencegah kesialan seandainya jenazah tidak diperlakukan dengan baik.

Masing-masing suku bangsa di Indonesia memiliki tradisi pemakaman yang sangat unik yang tidak pernah ada dan ditemukan di belahan bumi lainnya. Berikut ini, Tribute Place memberikan informasi mengenai berbagai upacara pemakaman unik dari berbagai daerah di Indonesia.

Sumber foto : gotravelly

Ngaben (Bali)

Ngaben merupakan salah satu upacara pemakaman paling unik yang dilakukan oleh masyarakat Hindu di Bali. Dalam acara ini, jenazah akan dibakar bersama dengan benda-benda unik seperti patung, bunga, persembahan, dan lain sebagainya. Ngaben dilakukan sebagai simbol keikhlasan dari keluarga untuk melepas kepergian mendiang.

Selain itu, ngaben juga digunakan untuk melepas roh dari keduniawian dan juga mengembalikan unsur Panca Maha Bhuta di alam semesta. Setiap tahun, acara ngaben selalu menarik banyak wisatawan asing untuk datang ke Bali.

Sumber foto : wikipedia

Rambu Solo’ (Toraja)

Rambu Solo’ merupakan upacara pemakaman secara adat yang sangat besar di Tana Toraja. Suku Toraja melakukan upacara pemakaman secara besar-besaran yang telah dipersiapkan selama bertahun-tahun, khususnya bagi yang kurang mampu. Sedangkan bagi kaum bangsawan, persiapan akan berlangsung selama beberapa bulan saja.

Pada upacara Rambu Solo’, keluarga akan melakukan penyembelihan banyak kerbau. Harga kerbau sudah pasti sangat mahal, sehingga tidak heran jika upacara Rambu Solo’ memerlukan dana hingga miliaran rupiah.

Sumber foto : infobudaya

Tiwah (Suku Dayak)

Tiwah adalah salah satu acara pemakaman yang paling unik di kawasan Kalimantan Tengah, khususnya oleh suku suku Dayak. Upacara pemakaman tiwah dilakukan setelah jenazah dikubur selama beberapa tahun sehingga tinggal tulang-tulangnya saja. Upacara tersebut dilakukan untuk menyempurnakan jenazah di upacara terakhir sehingga keterikatan dengan dunia nyata bisa segera dilepaskan.

Upacara Tiwah biasanya dilakukan selama berhari-hari dan membutuhkan biaya yang sangat besar.

Sumber foto : voinews

Sirang-Sirang (Batak Marga Sembiring)

Sirang-sirang merupakan salah satu upacara pemakaman dengan cara dibakar yang terjadi di daerah Sumatra khususnya Batak Sembiring. Dulu kala, ketika pengaruh Hindu masih melekat dengan kuat, masyarakat Batak Sembiring melakukan upacara pembakaran jenazah dengan cukup besar.

Biasanya jenazah akan dibakar di dekat dengan sungai. Setelah jenazah menjadi abu, beberapa orang akan melarung abu tersebut ke dalam air sungai. Orang yang melarung abu harus mandi dengan bersih agar tidak terkena sial atau diikuti roh dari jasad yang dibakar.

Sumber foto : tobatabo

Mumifikasi (Suku Asmat)

Suku Asmat yang terletak di pulau Papua juga memiliki satu upacara pemakaman yang unik jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Beberapa orang yang memiliki kedudukan tinggi seperti kepala suku atau panglima perang akan dimakamkan menjadi seperti mumi.

Tubuh jenazah akan diolesi oleh zat tertentu kemudian diletakkan di atas perapian sehingga terkena asap secara perlahan-lahan. Setelah beberapa tahun, mayat yang diposisikan duduk akan berwarna hitam dan disimpan di dalam rumah khusus pria. Suatu saat, mayat bisa dikeluarkan jika ada tamu yang datang.

Sumber foto : helloindonesia

Pemakaman merupakan sesuatu yang sakral bagi beberapa suku di Indonesia. Bahkan, masyarakat tersebut rela mengeluarkan banyak uang untuk membuat acara yang sangat meriah. Bagi keluarga yang telah ditinggalkan, mengantar mendiang yang meninggal dengan baik akan membuat hidup mereka menjadi lebih baik. Selain itu, arwah dari orang yang meninggal akan lebih cepat menuju akhirat sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

Leave a Comment