7 Fase Berduka Yang Perlu Anda Ketahui

Ketika mengalami berbagai macam tragedi atau kehilangan, seperti misalnya digugat cerai, divonis penyakit kronis, atau ditinggalkan oleh orang-orang tercinta tentu membawa luka yang dalam dan menjadi pengalaman yang pahit. Ketika merasakan kesedihan, setiap orang membutuhkan waktu untuk memulihkan perasaan mereka. Proses melupakan, atau menerima kesedihan ini dibagi menjadi 7 tingkat kesedihan. Jika Anda mengetahui ke 7 fase ini, maka Anda bisa memilih waktu dan posisi yang tepat dalam mendampingi orang-orang yang Anda pedulikan yang sedang berduka. Proses ini memang tidak mudah. Masing-masing orang membutuhkan lama waktu yang berbeda-beda. Proses ini pun tidak selalu terjadi berurutan, melainkan bisa berbeda urutan dan kadarnya bagi setiap orang. Bahkan, beberapa fase ini dapat terjadi sekaligus atau bergantian. Misalnya, ketika sudah melewati satu fase dan kemudian siap memasuki fase berikutnya, dalam waktu singkat justru kembali lagi pada fase sebelumnya. Oleh karena itu, 7 fase ini rumit. Berikut adalah 7 fase berduka yang perlu Anda ketahui.

7 Fase berduka

1. Shock dan tidak percaya

Saat awal kejadian menyakitkan terjadi, seseorang akan merasa sangat terkejut dan tidak percaya pada apa yang sedang menimpanya. Hal ini bisa diperburuk dengan waktu kejadian yang benar-benar tiba-tiba tanpa pernah terpikirkan sebelumnya. Yang dirasakan dalam fase ini adalah kepala pusing, perasaan kosong dan mati rasa. Kemungkinan besar juga seseorang yang sedang berada dalam fase ini tidak merasakan apa-apa.

2. Denial atau menolak kenyataan

Fase ini biasanya terjadi ketika seseorang sudah pulih dari keterkejutannya. Orang yang sedang dalam fase denial ini masih berusaha kerasa menolak untuk mempercayai apa yang sudah terjadi. Biasanya, orang dalam fase ini belum bersedih dan mengekspresikan kesedihannya, karena kesedihan itu sendiri masih ia pungkiri kebenarannya.

3. Sakit hati

Di saat rasa terkejut dan denialnya pergi, seseorang yang sedang berduka akan memasuki fase ini di mana ia merasakan kesakitan yang dalam dan juga rasa bersalah. Ketika memasuki fase ini, seharusnya memang tidak menangkal kesakitan yang dirasakan karena hal tersebut hanya akan menyusahkan. Beberapa orang mencari pelarian untuk melupakan rasa sakitnya, seperti menggunakan obat-obatan atau minum alkohol. Orang yang sedang dalam fase ini akan merasa hidupnya telah hancur dan sulit untuk bangkit.

4. Amarah

Seseorang yang sedang berduka mungkin saja akan memasuki fase ini setelah rasa sakit yang mereka rasakan mulai mencari kambing hitam penyebab kejadian itu. Amarah ini bisa tertuju pada keadaan, kepada pihak tertentu, atau bahkan orang yang menyebabkan kesedihan.

5. Bargaining

Bargaining adalah fase di mana orang yang sedang berduka ini merasa bersalah dan selalu berandai-andai untuk dapat mengubah kenyataan. Orang ini biasanya sering memutar kenangan lalu dan merangkai skenario sendiri apabila beberapa hal tidak pernah terjadi. Orang yang sedang berada dalam fase ini juga akan mulai menyalahkan diri sendiri.

6. Depression

Fase ini sering dimasuki dan dilewati berkali-kali oleh orang yang sedang berduka. Perasaan yang menghantui mereka, seperti rasa kasihan terhadap diri sendiri, keputus asaan, kepahitan, dan frustasi memberatkan mereka dan membuat mereka merasakan sepi yang teramat sangat.

7. Acceptance/Hope

Acceptance atau penerimaan adalah fase terakhir yakni di mana seseorang yang sedang berduka ini mulai menerima kenyataan dan mengikhlaskan apa yang sudah terjadi. Fase ini adalah fase yang positif mengingat hal ini merupakan tanda bahwa kesedihan sudah berakhir. Orang ini sudah memutuskan untuk melupakan kesedihan tersebut dan sudah membentuk semangat baru untuk melanjutkan hidup.

Leave a Comment